PATROLI. CO, KALTIM – Kapolda Kalimantan Timur, Inspektur Jenderal Polisi Priyo Widyanto, menyatakan bahwa polisi bersama TNI selalu siap siaga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Hal ini dikatakan Kapolda setelah terjadi demonstrasi sekelompok orang di Pelabuhan Penyeberangan Penajam, Rabu (16/10/2019) lalu.

“Situasi di wilayah Penajam Paser Utara sejauh ini sudah tenang tidak ada lagi keributan,” kata dia, saat memantau kondisi keamanan Kabupaten Penajam Paser Utara, Sabtu (19/10/2019).

Saat memantau itu, turut juga Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Subiyanto, Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman, Brigadir Jenderal TNI Richard Tampubolon, dan beberapa pimpinan lain setempat.

“Polri dan TNI siap memberikan rasa aman di wilayah Penajam Paser Utara, jadi masyarakat tidak perlu merasa cemas,” kata Widyanto.

Personel unsur BKO dari Markas Besar Kepolisian Indonesia yang diterjunkan ke Penajam Paser Utara, kata dia, berjumlah enam SSK (satuan setingkat kompi), ditambah lima SSK dari Polda Kalimantan Timur dan Polres Penajam Paser Utara.

“Hari ini, saya dan panglima Kodam VI/Mulawarman sudah mengerahkan kekuatan untuk pembersihan di lokasi kebakaran setelah unjuk rasa di Pelabuhan Penyeberangan Penajam, yang berujung rusuh dengan adanya pembakaran itu,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, kata dia, juga sudah menyiapkan tempat penampungan untuk warga yang tidak memiliki keluarga di Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Bersama TNI-Polri, kami melakukan pendekatan di dua wilayah dan dilakukan patroli skala besar untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, serta di lokasi kebakaran dan pengungsian juga dilakukan ekstra pengamanan,” ujar dia.

Ia juga menegaskan media sosial yang sifatnya provokatif tidak perlu atau jangan dipercaya, sebab situasi di Kabupaten Penajam Paser Utara sudah aman, kondusif dan terkendali.

“Kami berharap isu-isu di luar yang sifatnya provokatif dan meresahkan situasi di Kabupaten Penajam Paser Utara tidak perlu atau jangan dipercaya,” ucapnya. (*) 

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *