Begini Cara Prajurit Kodam Hasanuddin Redam Konflik Sosial

PATROLI.CO, MAKASSAR – Prajurit Kodam XIV/Hasanuddin melalui jajarannya yang dipimpin Danrem 141/Toddopuli Kolonel in Suwarno, Dandim 1426 Takalar Letkol Inf Ilham Yunus bersama Kapolres Takalar AKBP Gany Alamsyah Hatta dan Wakil Bupati Takalar H Achmad Daeng Se’re meredam konflik sosial dengan pendekatan humanis.

“Pengamanan konflik dari dua kubu ini mampu diredam dengan pendekatan persuasif dan humanis,” kata Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Surawahadi di sela kegiatan simulasi Latihan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) penanganan konflik sosial di dua titik di Kabupaten Takalar, Sulsel, Kamis (7/11/2019).

Konflik sosial yang tidak terelakkan itu antara dua kubu dari Pammukulu dan Polongbangkeng Utara (Polut) dipimpin Abdul Bani beradu fisik dengan massa Polongbangkeng Selatan (Polsel) yang dipimpin Muallim Bahar.

Dampak dari konflik sosial yang berlangsung berhari-hari ini, akhirnya melumpuhkan aktivitas perekonomian dan pelayanan pemerintahan di Kabupaten Takalar, apalagi dua lokasi strategis yakni DPRD dan Kantor Bupati Takalar sudah dikuasai massa yang bertikai.

Bahkan, Atas kejadian tersebut yang telah berlangsung berhari-hari, mengakibatkan terganggunya pelayanan pemerintahan dan aktifitas warga serta melumpuhkan perekonomian masyarakat.

Bahkan konflik tersebut telah menelan korban jiwa dari dua belah pihak. Mencermati kondisi itu, Bupati Takalar meminta bantuan dari pihak TNI dan Polri untuk mengatasi konflik itu agar tidak meluas dan menambah korban jiwa lagi.

Menindaklanjuti amanah dari Bupati Takalar, Dandim 1426 /Takalar Ilham dan Kapolres Gany mencoba memediasi kedua kubu dengan mengajak bermusyawarah dan bermufakat untuk perdamaian.

Kejadian tersebut merupakan skenario latihan penanganan konflik sosial yang diselenggarakan oleh Kodiklat TNI sebagaimana yang diatur dalam UU nomor 7 tahun 2012 dan PP nomor tahun 2015.

Wadan Kodiklat Marsma TNI Ismet Ismaya Saleh selaku Dirlat saat memberikan keterangan didepan awak media mengatakan bahwa kejadian tersebut bagian dari latihan kesiapsiagaan operasional konflik sosial dari Mabes TNI dan penyelenggaranya Kodiklat TNI diasumsikan seperti yang sebenarnya.

“Tujuannya untuk menguji rencana operasi Kotama dalam hal ini Kodam XIV/Hasanuddin yang di uji rencana operasinya sesuai dengan perkembangan situasi saat ini” ujar Ismet.

Pada LKO penanganan konflik sosial itu, pangdam XIV/Hasanuddin turun langsung berperan sebagai Pangkoops memantau dan bertemu dengan para pendemo serta menenangkan massa sehingga kondisi kembali kondusif. (*) 

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours