Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/u327383418/domains/patroli.co/public_html/wp-content/themes/newsup/single.php on line 88

PATROLI.CO, KUDUS – Pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bakal diulang tahun 2022 meskipun sebelumnya sudah digelar pemilihan.

Hal ini dilakukan menyusul meninggalnya calon kepala desa (kades) terpilih sebelum dilantik menjadi kepala desa.

“Sesuai aturan, ketika ada calon kades terpilih yang meninggal sebelum dilantik, maka akan digelar pilkades ulang pada tahun 2022 bersamaan dengan desa lainnya. Sebelumnya juga ada satu desa yang batal menyelenggarakan Pilkades 2019 karena pendaftarnya yang melengkapi berkas hanya satu orang sehingga ditunda tahun 2022,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kudus Adi Sadhono Murwanto di Kudus, Selasa (26/11/2019).

Pada tahun 2022, kata dia, masyarakat di Desa Ternadi akan kembali menggelar pemilihan kepala desa, sedangkan selama dua tahun menunggu pemilihan kembali digelar akan diisi penjabat kepala desa.

Ia mengungkapkan penjabat kepala desa akan diusulkan oleh Pemerintah Kecamatan Dawe yang akan diambilkan dari unsur aparatur sipil negara (ASN).

Terkait meninggalnya calon kepala desa terpilih bernama Supriyanto, kata dia, pihaknya memang mendapatkan kabar dari camat setempat bahwa almarhum pada Selasa (26/11) pukul 07.30 WIB mengeluh dadanya nyeri disertai keringat dingin.

Selanjutnya, dilarikan ke Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus, namun ketika sampai di rumah sakit sudah meninggal dunia.

Masa jabatan Kepala Desa Ternadi sendiri, lanjut dia, akan berakhir pada 19 Desember 2019 sehingga penunjukkan penjabat kepala desa juga akan dipersiapkan sehingga saat masa jabatan kepala desa berakhir roda pemerintahan tetap berjalan.

Kasus meninggalnya calon kepala desa terpilih sebelum dilantik, kata dia, merupakan kasus yang pertama di Kabupaten Kudus.

Pelaksanaan Pilkades serentak 2019 di Kabupaten Kudus terlaksana di 115 desa dari rencana sebelumnya di 116 desa, namun ada satu desa yang calonnya hanya satu orang saat penyerahan berkas persyaratan pendaftaran sehingga ditunda tahun 2022. (*) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *