PATROLI.CO, SUKABUMI – Jajaran Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat hingga saat ini masih menyelidiki kasus robohnya menara gedung dakwah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Sukabumi yang mengakibatkan dua pekerja bangunan tewas pada Rabu (18/12/2019).

“Sejumlah saksi masih kami mintai keterangan untuk mengetahui penyebab robohnya menara gedung tersebut,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo di sela gelar pasukan Operasi Lilin Lodaya 2019 pada Kamis (19/12/2019) di Lapang Merdeka Kota Sukabumi.

Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka pada kasus tersebut karena belum diketahui apa yang menjadi penyebab bisa robohnya menara gedung itu dan kubahnya menimpa tiga pekerja sehingga dua tewas dan satu terluka.

Dua korban tewas tersebut diketahui bernama Dede Saputra (43) warga Kampung Pasirkadu, RT 004/005, DesaKadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi dan Eek Sasmita (38) warga Kampung Tegalaya, RT 01/04, Kelurahan Cipanengah, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

Sementara untuk korban luka-luka yakni Oboy Karyadi (40) warga Kampung Pasirkadu, RT 004/005, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Korban meninggal sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum di alamatnya masing-masing, untuk korban luka kondisinya sudah mulai membaik.

Ia menambahkan selain memeriksa saksi di lokasi pihaknya juga akan meminta keterangan dari korban selamat dan tidak menutup kemungkinan akan memanggil saksi ahli untuk mengungkap penyebab bisa robohnya menara gedung itu.

Gedung Dakwah PCNU Kota Sukabumi yang berada di Kampung Cipanas II, RT 04/05, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang ini sudah dipasang garis polisi dan petugas dari Polres Sukabumi Kota dan Polsek Citamiang sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Pendalaman masih kita lakukan, pemeriksaan saksi masih terus berlanjut dan kami pun tentunya berkoordinasi dengan pihak PCNU Kota Sukabumi agar kasus ini bisa segera terungkap,” tambahnya.

Ketua PCNU Kota Sukabumi KH Ahmad Nawawi Sadili mengatakan keluarga korban sudah ikhlas dengan kejadian ini dan merupakan musibah sehingga, tidak akan melanjutkan ke jalur hukum.

“Gedung dakwah ini dibangun dengan tiga lantai, lantai pertama digunakan untuk untuk Solat dan lantai dua dan tiga dijadikan sekretariat dan aula. Saat ini yang masih dalam proses pembangunan adalah mihrab atau tempat shalat imam dan menara yang roboh,” katanya. (*)¬†

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *