Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/u327383418/domains/patroli.co/public_html/wp-content/themes/newsup/inc/ansar/hooks/hook-index-main.php on line 104

PATROLI.CO, LEBAK – Pembangunan Bendungan Karian di Kabupaten Lebak salah satu proyek nasional dimulai Oktober 2015 menelan biaya Rp1,30 triliun dikerjakan oleh Joint Operation (JO) Daelim Industrial co.ltd, PT Wijaya Karya Tbk, dan PT Waskita Karya Tbk dengan luas 1.740 hektare bisa menampung air sebanyak 314,70 juta meter kubik direncanakan bakal rampung tahun 2021.

Namun, sangat disayangkan proyek tersebut tidak melibatkan pengusaha lokal yang ada di Kabupaten Lebak, sehingga pengusaha lokal yang berada dekat pembangunan tersebut menjadi penonton.

“Pengusaha lokal di Kabupaten Lebak gak ada yang dilibatkan di proyek raksasa bendungan karian, semua pengusaha dari luar Kabupaten Lebak yang dilibatkan. Ini jelas sangat bertentangan dengan prinsip pemberdayaan masyarakat setempat,” tutur Eli Sahroni, Ketua DPD Ormas Badak Banten di Sekretariat, Jumat (14/2/20).

Eli Sahroni Mengatakan, dari prinsip dasar itu maka Badak Banten bagian dari masyarakat Kabupaten Lebak terpanggil untuk melakukan gerakan moral terhadap management perusahaan yang melaksanakan pembangunan proyek bendungan karian tersebut.

“Kita akan melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor kontraktor waduk Karian dengan estimasi peserta 1000 orang. Agar pihak kontraktor membuka bahwa di Lebak masih ada pihak yang perlu dilibatkan,” pungkasnya.

Reporter: Anton
Editor: Joko Purwono
Copyright: patroli.co 2020

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *