Depok | Patroli.co – Kadis Dukcapil kota depok Nuraeni Widayatti saat konfirmasi pelayanan mengatakan wartawan aneh, (9/11/23)  terkesan Nuraeni Widayatti  tidak bersahabat dengan media.

Kronologisnya, wartawan citranews bernama Yusman datang ke Disdukcapil kota depok di gedung balai kota depok lantai 2 untuk urus pindah datang, saudara sekampung  yang sedang bekerja tidak bisa urus sendiri.

Dalam pengurusan tersebut salah satu syarat pengantar RT  padahal Perpres no 96 2018 tentang persyaratan dan tata cara pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil yaitu mengurus mengenai dokumen kependudukan tidak perlu pengantar RT, RW dan Kelurahan.

Juga hal ini sering disampaikan prof. Dr.Zudan Arif dirjen dukcapil Kemendagri di beberapa medsos bahwa tak perlu pengantar RT RW lagi.

Mencoba konfirmasi  Kabid Kependudukan Agus Basri menyatakan salah satu syarat tanda tangan RT RW sesuai arahan pimpinan kadis Dukcapil Depok Nuraeni Widayatti, jelas Agus Basri

Seolah menentang Perpres no.96 tahun 2018 kepala dinas kependudukan dan catatan sipil kota Depok Nur Aini masih memberlakukan tanda tangan RT.

Melihat ada yang janggal mencoba konfirmasi hal ini di bagian kependudukan , akhirnya bisa komunikasi dengan kepala dinas Dukcapil Kota Depok Nuraeni Widayatti melalui handphone Seprinya bernama Vina

Setelah berbicara Kadis Nuraeni Widayatti  dengan berbagai alasan terkait Perpres no 96 2018, seolah tidak mengakui aturan tersebut , Kadis Nuraini tiba tiba ngucap saya (wartawan) aneh.

Mencoba konfirmasi, mengapa kadis dukcapil depok Nuraeni Widayatti  mengatain saya aneh melalui sesprinya Vina  hingga berita ini tayang belum ada jawaban , jelas yusman yang sudah megang kartu UKW Madya.

“Apapun alasannya tidak pantas  kadis Nuraini mengucapkan kata seolah olah saya orang aneh, apa sengaja merendahkan profesi yang melekat di diri saya ?  sebagai pejabat, apa lagi kita belum tatap muka ngatain orang semaunya, karena hanya ketemu bicara  via telepon, tambah yusman kecewa 

“Sebagai wartawan saya keberatan dengan ucapan ibu kadis tersebut. Saya manusia normal dan secara profesi saya sudah perkenalkan diri dan sedang melakukan tugas saya. Ini melecehkan profesi saya sebagai wartawan, hanya gara gara konfirmasi terkait Perpres no 96 2018 ngatain saya  aneh ?

” Kami mohon kepada walikota depok juga kemendagri kepala dinas kependudukan dan catatan sipil kota Depok Nuraeni Widayatti perlu dievaluasi dalam melayani masyarakat  sebagai pejabat publik yang mengatain orang semaunya atau memang sengaja merendahkan profesi wartawan , sebelum saya bicara sudah perkenalkan diri sebagai wartawan, namun Nuraeni Widayatti benar benar menganggap remeh saya, jelas Yusman.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *